Daftar Blog Saya

Sabtu, 07 Januari 2012

PENGERTIAN DAN FUNGSI KURIKULUM

www.google.com
TUGAS  TELAAH KURIKULUM


PENGERTIAN DAN FUNGSI KURIKULUM

OLEH :


DIK REG A 2009

KELOMPOK I

          ARIFAH PRIMADIATY T.                  (209111006)
          DEWI EVELYN SITANGGANG         (209111017)
RAMASINTA E. PURBA                     (209111058)
LAURA LIMBONG                               (209411011)
LENI ARISA                                           (209411012)
M. SYALEH                                            (209411017)
         
FBS warna new
  





Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang konsep dasar perencanaan pengajaran.
Penulis menyadari bahwa materi yang terkandung dalam penulisan makalah ini belumlah sempurna seperti pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dalam rangka penyempurnaan yang akan datang.
Semoga penulisan makalah ini dapat berguna  bagi semua khususnya para pembaca sehingga dapat membawa manfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.





                                                                        Medan, September  2011

                                                           
                                                                                    Kelompok III













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................   i
DAFTAR ISI.................................................................................................   ii               
BAB I PENDAHULUAN............................................................................   1       
BAB II PEMBAHASAN
            KONSEP DASAR PERENCANAANN.........................................   2
  1. Dimensi-Dimensi Perencanaan..........................................................   4
  2. Manfaat Perencanaan Pengajaran......................................................   6
BAB III  Kesimpulan ...................................................................................   8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................   9






























BAB I
PENDAHULUAN

Dalam menempuh suatu tujuan yang berakhir dengan baik dan optimal, kita harus selalu membuat suatu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang akan membantu kita untuk dapat melakukan suatu kegiatan dengan sistematis dan beraturan.
Begitu juga dalam bidang pendidikan, pendidikan sangat memerlukan suatu tujuan yang benar-benar tersusun dengan baik. Kurikulum merupakan suatu pedoman dan panduan dalam melaksanakan pembelajaran yang berupa dokumen.
Kurikulum merupakan suatu jarak tempuh yang harus dilalui dalam proses belajar mengajar. Kurikulum selalu memperthatikan pengalaman dalam belajar waktu lampau dan menjadikan pembelajaran untuk membuat kurikulum yang baru.
Pada makalah ini kita akan mendapatkan pembelajaran yang lebih luas tentang pengetian dan manfaat kurikulum dalam pendidikan.


















BAB II
PENGERTIAN DAN FUNGSI KURIKULUM

A.      Pengertian Kurikulum
            Istilah kurikulum memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dengan dewasa ini.  Tafsiran-tafsiran tersebut berbeda-beda satu dengan lainnya, sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar bersangkutan. Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni “Curriculae”, artinya jarak  yang harus ditempuh  oleh seorang pelari. Dengan kata lain, suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanaan   dan ditandai  oleh perolehan suatu ijazah tertentu.
Pada dasarnya kurikulum berisikan tujuan, metode, media evaluasi bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar. kurikulum yang disusun dipusat beriwikan beberapa mata pelajaran pokok dengan harapan agar peserta didik di seluruh Indonesia mempunyai standar kecakapan yang sama disebut Kurikulum Nasional (Kurnas).
Kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Dengan demikian kurikulum itu merupakan program pendidikan bukan program pengajaran, yaitu program yang direncanakan diprogramkan dan dirancangkan yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang maupun akan datang. bahan ajar tersebut direncanakan secara sistemik artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis.
Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian :
1.      Kurikulum sebagai ide;
2.      Kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum;
3.      Kurikulum menurut persepsi pengajar;
4.      Kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasionalkan oleh pengajar di kelas;
5.      Kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan
6.      Kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.”
Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian kurikulum, yaitu sebagai berikut:
1. Kurikulum : suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses berlajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggunga jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya.
2. Kurikulum : adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di bawah pengawasan sekolah, jadi selain kegiatan kulikuler yang formal juga kegiatan yang tak formal.
3. Kurikulum : niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah.
4. Kurikulum adalah niat dan rencana, proses belajar mengajar adalah pelaksanaanya. Dalam proses tersebut ada dua subjek yang terlibat yakni guru dan siswa. Siswa adalah subjek yang dibina dan guru adalah dubjek yang membina.
5. Curriculum dalam bahasa Yunani kuno berasal dari kata Curir yang artinya pelari; dan Curere yang artinya tempat berpacu. Curriculum diartikan jarak yang harus di tempuh oleh pelari. Dari makna yang terkandung berdasarkan rumusan masalah tersebut kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau disekesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah.
6. Kurikulum adalah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis dan logis, diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar, kurikulum adalah niat, rencana atau harapan.
7.  Kurikulum adalah hasil belajar yang diniati atau intended learning out comes.
8. Kurikulum adalah program dan pengalaman belajar serta hasil-hasil belajar yang di harapkan yang diformulasikan melalui pengetahuan dan kegiatan yang tersusun secara sistematis, di berikan kepasa siswa di bawah tanggung jawab sekolah untuk membantu pertumbuhan atau perkembangan pribadi dan kompetensi social anak didik.
9. Kurikulum adalah rencana atau program belajar dan pengajaran adalah pelaksanaan atau operasionalisasi dari rencana atau program.
10. Kurukulum adalah alat atau saran untuk mencapai tujuan pendidikan melalui proses   pengajaran.

B. Fungsi Kurikulum
Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah. Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan di sekolah. Sedangkan bagi siswa, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.
Berkaitan dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu :
1.    Fungsi Penyesuaian
Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well adjusted yang mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social. Lingkungan itu sendiri senantiasa mengalami perubahan dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, siswa pun harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.
  1. Fungsi Integrasi
Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakatnya.
  1. Fungsi Diferensiasi
Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa. Setiap siswa memiliki perbedaan, baik dari aspek fisik maupun psikis yang harus dihargai dan dilayani dengan baik.


  1. Fungsi Persiapan
Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kurikulum juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat hidup dalam masyarakat seandainya sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
  1. Fungsi Pemilihan
Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi diferensiasi, karena pengakuan atas adanya perbedaan individual siswa berarti pula diberinya kesempatan bagi siswa tersebut untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Untuk mewujudkan kedua fungsi tersebut, kurikulum perlu disusun secara lebih luas dan bersifat fleksibel.
  1. Fungsi Diagnostik
Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya. Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.






















BAB III
KESIMPULAN

Kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatuy ijazah tertentu. Kurikulum pada dasarnya berisikan tujuan, metode, media evaluasi bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar.  Kurikulum merupakan ide, pedoman dan panduan, persepsi pengajar dalam proses pendidikan.
            Fungsi kurikulum pada umumnya sebagai acuan dan pedoman. Terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu:
1.      Fungsi penyesuaian, mengarahkan siswa untu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
2.      Fungsi integrasi, sebagai alat pendidik yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh.
3.      Fungsi diferensiasi, sebagai alat pendidikan yang mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa.
4.      Fungsi persiapan, sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya.
5.      Fungsi pemilihan, sebagai alat pendidik harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minat.
6.      Fungsi diagnostik, sebagai alat pendidikan yang harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.











DAFTAR PUSTAKA

Dakir.2004.Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum.Jakarta:Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar.2008.Kurikulum dan Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Pengembangan Kurikulum. Bandung:PT Remaja      Rosdakarya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar